Mas Nadiem Terkejut ketika Komitmen Kebangsaan Kita Dipertanyakan

Penyampaian beliau menyikapi isu yang berkembang di masyarakat terkait penyederhanaan kurikulum

Belum Bisa Menulis? Ini Kiatnya!

Kuliah Umum IV Pembatik Level 4 Tahun 2020

Kompetensi Public Speaking Seorang Pendidik

Kuliah Umum I Pembatik Level 4 bersama Charles Bonar Sirait

Founder "Sokola Rimba"

Kuliah Umum II Pembatik Level 4 bersama Butet Manurung, MAAPD.

Pembukaan Kuliah Umum Pembatik Lev. 4 Tahun 2020

Kuliah Umum Perdana Pembatik Lev. 4 Tahun 2020. Dibuka oleh Mas Nadiem Makarim

Jumat, 19 Agustus 2011

Menetaskan Telur?

Kami gapoktan Marihat Dolok Kecamatan Dolok Panribuan Sumut, membutuhkan informasi tentang pembuatan mesin tetas ayam kampung dan cara penetasannya, mohon informasi lengkapnya. Enoven B Sinaga TKL Angkatan II Bung Sinaga terimakasih pertanyaannya kepada Bung Kontak Menjawab. Ada beberapa jenis alat untuk menetaskan telur di antaranya: 1) Alat tetas dengan teknologi sekam dan sumber panas matahari; 2) Mesin tetas listrik dengan lampu bohlam sebagai alat pemanasnya; 3) Mesin tetas dengan menggunakan lampu minyak; 4) Mesin tetas dengan kawat nekelin; 5) Mesin tetas kombinasi dan 6) Mesin tetas otomatis. Dengan menggunakan mesin tetas, maka induk ayam kampung terus menerus dapat menghasilkan telur, tanpa terpotong oleh masa mengerami selama 21 hari dan juga tanpa terpotong waktunya untuk membesarkan anak-anak ayam setidaknya untuk jangka waktu 30 45 hari. Masing-masing jenis alat mesin tersebut tentu berbeda cara membuatnya. Untuk mengetahui lebih lanjut teknis pembuatan mesin tetas tersebut, Sinar Tani akan mengupasnya di lain kesempatan. Selain membuat sendiri, Anda juga bisa membeli mesin tetas. Pilihlah mesin penetas telur yang baik dan sesuai dengan kebutuhan. Mesin tetas yang baik adalah yang memiliki prosentase penetasan yang tinggi, walaupun prosentase penetasan yang tinggi tidak hanya dipengaruhi oleh mesin penetas saja, tetapi juga oleh bibit yang baik, pemeliharaan dan lain-lain. Mesin penetas telur juga harus disesuaikan dengan kebutuhan, jika kebutuhan penetasan telur hanya 100 butir per periode, tidak efektif kalau kita gunakan mesin penetas berkapasitas 500 butir. Periksa dengan seksama kelengkapan mesin tetas dan pastikan dapat beroperasi dengan baik dengan suhu dan kelembaban yang tepat sebelum telur dimasukkan. Suhu ideal ruang mesin tetas pada kisaran 37-38 derajat Celcius, meski telur dapat menetas pada suhu antara 36 sampai dengan 40 derajat celsius. Proses penetasannya, pertama, pemasukan telur ke mesin tetas, dilakukan setelah dipastikan mesin tetas benar-benar siap untuk dipergunakan, parameter kesiapan mesin tetas adalah suhu sudah sesuai dengan standard, kelembaban udara cukup ideal, tidak ada lubang yang akan mengurangi performa mesin tetas. Sebelumnya mesin tetas telah disemprot dengan disinfectant terlebih dahulu. Dan bersihkan telur-telur ayam dari berbagai macam kotoran. Selama 3 hari pertama telur didiamkan dalam mesin tetas dan tidak usah dibuka dan tidak dilakukan pembalikan telur. Cukup diamati suhu di dalam ruangan, jika suhu sudah konstan di nilai ideal biarkan saja, jika tidak perlu disesuaikan. Setelah 3 hari sudah bisa dilihat telur-telur yang memiliki benih atau tidak. Telur yang tidak memiliki benih ayam perlu disortir karena tidak akan menetas, telur ini masih bisa untuk dikonsumsi dan masih bisa dijual atau dijadikan makanan. Memasuki hari keempat sampai hari ke 18, telur ayam sudah harus kita bolak-balik sehari 2 sampai 4 kali, bahkan 6 kali, frekuansi pemutaran telur akan berpengaruh pada daya tetas telur. Semakin sering akan semakin baik. Pada hari keempat tersebut telur perlu diangin-anginkan dengan cara membuka tutup mesin penetas selama kurang lebih 10 sampai dengan 15 menit. Proses mengangin-anginkan telur ini perlu dilakukan setiap 3 sampai 4 hari sekali sampai hari ke 18. Dalam masa pengeraman ini yang perlu diperhatikan selain suhu dijaga supaya tetap konstan adalah kelembaban udara. Jika kelembaban dirasa kurang bisa ditambahkan dengan menyemprotkan air hangat ke telur-telur. Pada Penetasan telur ayam hal ini jarang perlu dilakukan. Pada hari ke 18 telur sudah tidak perlu lagi dibolak-balik, diamkan dalam mesin tetas, mesin tetas ditutup dan cukup dikontrol parameter suhu ruangan dan kelembabannya. Setelah hari ke 21 telur ayam sudah menetas, bahkan di hari ke 20 kemungkinan sudah ada yang menetas. Segera pindahkan anakan ayam yang menetas ke ruangan lain agar tidak mengganggu telur yang belum menetas. Tempat pemindahannya haruslah ruangan yang bersuhu sama. Anak ayam yang baru menetas masih menggunakan energi dari makanan cadangan dari telur, sedikit demi sedikit dilatih makan dengan menaburkan makanan di bulu-bulunya. Salam Bung Kontak

CARA MENETASKAN TELUR DENGAN LISTRIK

Memulai Penetasan
Sebelum memulai atau bahkan sebelum berfikir untuk menetaskan telur, kita harus terlebih dahulu mengenal dengan baik incubator atau mesin tetas yang akan dipakai dalam mengerjakan penetasan telur dan persyaratan lainnya seperti :
  1. Pilihlah lokasi yang cukup luas dengan tidak terkena panas matahari secara langsung dan tidak terkena angin yang dapat menyebabkan perubahan suhu.
  2. Sanitasi adalah hal yang paling penting. Bersihkan incubator dengan campuran larutan Desoderm campur air atau chlorox bleach campur air atau Lysol campur air untuk men-suci hamakan (sterilisasi) incubator.
  3. Pelajari buku petunjuk penggunaan incubator atau menanyakan dengan penjualnya secara langsung. Mencoba beberapa jam dengan memperhatikan karakteristik dan fungsi dari masing masing peralatan pada incubator adalah hal yang harus dikerjakan. Yang pasti, apapun macam incubator yang dipakai pasti memerlukan kalibrasi sesuai standart yang diperlukan untuk digunakan

KALIBRASI

A.   Wafer Thermostat (standard yang dipakai oleh Incubator Cemani) dan yang kami pakai pula harus di atur agar mempunyai temperatur di dalam ruang incubator senilai 100-101oF dry bulb temperature, dengan range yang dapat diterima senilai 97-103oF. Lihar manual dari incubator yang dipakai mengenai aturan standard dan caranya.  Dalam beroperasi, thermostat akan bekerja berdasarkan kembang-kempis nya wafer yang ada di dalam ruang incubator. Sehingga adalah normal jika ada siklus perbedaan temperatur yang terjadi di pembacaan pada termometer dan ini adalah hal yang normal. Yang harus kita lakukan adalah menjaga dan men-set thermostat agar selalu bekerja pada kisaran angka 100oF atau untuk mudahnya : pertama, perhatikan berapa range atas dan bawah temperatur yang terjadi. Kemudian bagi 2 dan hasilnya tersebut tambahkan dengan standard yaitu 100oF. Dengan demikian maka didapat range yang mempunyai temperatur tengah adalah tepat 100oF. Bila temperatur lebih rendah atau lebih tinggi maka pengesetan thermostat diperlukan. Biasanya pengesetan seperti ini memakan waktu beberapa jam dan dibiarkan atau dicoba selama semalaman agar dapat diyakinkan sistem telah bekerja dengan baik dan sempurna.
B.  Kelembaban udara yang diukur dengan Hygrometer didalam ruang incubator haruslah dijaga pada pembacaan menggunakan hygrometer pada kisaran 55-60% untuk 18 hari pertama di incubator, dan 65-70% untuk 3 hari berikutnya. Hal ini menjadi penting karena ke tidak akuratan dalam penerapan kelembaban udara dapat mempengaruhi secara siknifikan keberhasilan dalam penetasan telur. Bila kelembaban udara terlalu rendah maka akan terjadi peningkatan penguapan udara dari kulit telur yang kemudian dapat menyebabkan embrio ayam tidak kuat memecah kulit telur karena lapisan / selaput bagian dalam telur menjadi keras. Dalam hal demikian maka penambahan sebuah nampan dan diisi air diperlukan untuk mencapai kisaran angka yang diperlukan. Sebaliknya jika kelembaban udaranya terlalu tinggi maka penurunan kelembabannya dapat ngan cara mengganti nampan dengan yang lebih kecil atau menutupi sebagian permukaan nampan dengan kertas aluminium foil (sebagai contoh) atau tutup lainnya.
Kalibrasi untuk mesin penetas telur (incubator) pada prinsipnya adalah mengadakan pengetesan sebelum incubator tersebut siap dipakai. Dengan demikian maka pengenalan akan karakteristik mesin dan fungsi dari masing masing alatnya dapat dipahami dengan baik. Sehingga bila ada permasalahan yang terjadi dikemudian hari akan mudah dicari penyelesaiannya disamping hal ini akan meningkatkan keberhasilan dalam penetasan yang menjadi tujuan utamanya.
Jika incubator telah terlebih dahulu dibersihan, disuci hamakan atau di desinfektan dan terakhir di kalibrasi terhadap temperatur dan kelembaban udara maka incubator telah diap diuji coba atau dipakai.
Bila hari pertama memasukkan telur kedalam incubator adalah hari sabtu sebagai contoh, karena tentunya mudah bagi kita yang bekerja untuk mengamati perubahan suhu dan kelembaban udaranya sepanjang akhir pekan yaitu sabtu dan minggu. Maka kita juga dapat mengharapkan bahwa penetasan akan terjadi pada hari sabtu juga pada 3 minggu (21 hari) setelahnya.
Kemudian haruslah dibuatkan sebuah catatan mengenai semua kegiatan mengenai waktu memasukkan telur (tanggal dan jam) serta jumlah telurnya dapat dimasukkan, kemudian waktu menetas dan –3 hari sebelum penetasan termasuk prosentasi hasil penetesan. Tabel terebut juga haruis dilengkapi dengan catatan pemutaran telur minimal 3 kali sehari atau sebaiknya 5 kali sehari dengan waktu pemutaran dapat ditentukan sendiri dan sebagai contoh: jam 06.00, 10.00, 14.00, 18.00 dan 22.00.
PENETASAN TELUR
Setelah incubator selesai di kalibarasi dan anda sudah familier dengan pengoperasiannya, selanjutnya adalah memasukkan telur kedalam incubator.
Ada 5 poin utama yang harus diperhatikan dalam penetasan telur yaitu :
1. Suhu (Temperatur)
2. Kelembaban Udara (Humidity)
3. Ventilasi (Ventilation)
4. Pemutaran Telur (Egg Turning)
5. Kebersihan (Cleanliness).
Setiap poin diatas akan dibahas dibawah ini :
SET-UP 
A.   Cuci tangan anda sebelum mulai dengan penanganan telur. Ingat kebersihan dan sanitasi yang baik sangat diperlukan untuk menjamin keberhasilan penetasan telur.
B.   Operasikan incubator selama beberapa jam atau semalaman sampai anda yakin akan kestabilan incubator yang akan dipergunakan.
C.   Jika telur telur tetas yang akan dipergunakan sebelumnya disimpan pada tempat yang dingin maka telur telur tersebut harus dikeluarkan dan di angin-angin atau dibiarkan pada suhu kamar sampai telur-telur tersebut mempunyai suhu yang sama dengan suhu ruangan. Hal ini untuk mencegah kerusakan pada telur itu sendiri dan mempengaruhi pembacaan temperatur dalam incubator akibat terganggunya kestabilan incubator sebagai akibat perbedaan suhu yang mencolok.
D.   Bila telur dimasukkan dalam incubator jenis still-air seperti incubator Cemani, maka beri tanda terlebih dahulu pada permukaan kulit telur dengan pinsil Tanda "O" pada satu sisi dan pada sisi lainnya dengan Tanda "X". Hal ini penting untuk penandaan dalam proses pemutaran telur nantinya. Telur setidaknya diputar minimal 3X atau sebaiknya 5X seperti penjelasan diatas. Dibuatnya angka ganjil dalam banyaknya jumlah pemutaran dimaksudkan agar pada satu malam dan malam lainnya salah satu sisi akan mengalami waktu yang sama. Misal malam ini bagian atas tanda “O” maka besok malam tentunya akan menjadi “X”.
E.  Tidak ada masalah bila telur telur tersebut saling bersentuhan dalam tray penetasan sepanjang pemutaran dan pemindahan telur dari satu bagian ke bagian lainnya tetap dilakukan. Hal ini mempunyai kepentingan untuk meretakan suhu pada seluruh bagian dari telur tetas dan sebagai koreksi terhadap suhu karena faktor letak telur dalam mesin penetas telur (incubator).
F.   Pada tipe forced-air seperti incubator GloryFarm maka telur telur tersebut cukup hanya dimasukkan dalam grid susunan yang telah ada pada Tray. Pemutaran akan terjadi karena pergerakan tuas diatas incubator yang menyebabkan tiap tiap telur akan mempunyai sudut kemiringan 45 tiap waktu pemutaran telur. Hal demikian menjadikan yang jauh lebih mudah dan praktis dalam penanganannya.
SUHU (TEMPERATURE) 
A.   Suhu atau temperatur yang diukur dengan Termometer memegang peranan yang sangat penting dalam penetasan telur karena hal ini berhubungan dengan faktor perkembangan embrio didalam telur
B.   Suhu optimum dalam incubator tipe still-air adalah 102-103oF dan untuk tipe forced-air adalah 100-101oF.
C.   Termometer harus diletakkan 2,5 cm (1 inch) diatas wire mesh (tray) incubator atau setara dengan tinggi telur jika diletakkan mendatar. Hal berbeda untuk posisi termometer pada incubator forced-air yang mempunyai temperatur merata di dalam incubator karena menggunakan fan sebagai sirkulasi udara panasnya
Hal yang harus diwaspadai terhadap ketidak normalan temperatur:
1. Temperatur Terlalu Tinggi:
Embrio ayam yang masih muda sangat mudah terpengaruh dengan temperatur yang tinggi. Pengoperasian incubator dengan temperatur setinggi 105oF untuk  30 menit akan mempunyai efek yang mematikan pada embrio ayam.
Bila embrio tidak mati maka suhu yang tinggi tersebut dapat menyebabkan masalah di syaraf, hati, masalah di peredaran darah, ginjal atau cacat pada kaki, kebutaan dan persoalan lainnya yang menjadilkan anak ayam cacat, lemah dan kemudian mati.
2. Temperatur Terlalu Rendah:
Temperatur yang sedikit lebih rendah untuk periode waktu yang tidak terlalu lama tidak terlalu mempengaruhi dalam embrio kecuali memperlambat perkembangannya untuk embrio muda. Hal yang sedikit berbeda jika hal ini terjadi pada embrio yang lebih tua karena pengaruhnya akan sedikit berkurang.
Jika temperatur lebih rendah dari yang di syaratkan untuk waktu yang agak lama maka hal ini akan mempengaruhi embrio dalam hal perkembangan organ-organnya yang berkembang tidak secara proporsional. Jika hal ini terus terjadi maka akan menyebabkan gangguan pada hati, peredaran darah, jantung atau perkembangan yang lambat kalaupun menetas nantinya.
 KELEMBABAN UDARA (HUMIDITY)
Kelembaban udara (Humidity) adalah penting karena hal ini untuk menjaga telur dari kehilangan terlalu banyak atau terlalu sedikit kelembabannya selama proses penetasan telur.  Kelambaban relative 55-60% untuk 18 hari penetasan telur dan  65-70% untuk 3 hari terakhir.
A.   Kelembaban diperoleh dari nampan yang berisi air, atau sponse yang basah dan sejenisnya yang diletakkan dibagian bawah atau dibagian atas tergantung tipe incubator dan settingnya. Tingkat kelembaban udara tergantung dari banyaknya / lebar permukaan air yang ter-expose atau dipengaruhi oleh system incubator itu. Semakin lebar luas permukaannya tentunya semakin tinggi kelembaban yang didapat atau sebaliknya. Dalam beberapa kasus, missal udara terlalu kering, kadang diperlukan menambahkan sponse (busa) pada nampan. Hal ini cukup untuk membantu menaikkan kelembaban udara seperti yang disyaratkan dalam penetasan telur. Bila terjadi hal kelembaban terlalu tinggi malah diharuskan memperkecil nampan, mengurangi luas permukaannya (misal ditutup dengan aluminium foil) atau malah mengeluarkan nampan air dari incubator. Keadaan seperti ini malah sering kami lakukan di tempat kami terutama pada saat musim hujan
B.  Dianjurkan untuk tidak atau sesedikit mungkin membuka tutup incubator selama penetasan telur. Hal ini disebabkan karena kelembaban udara akan cepat hilang dengan dibukanya pintu incubator. Bila ini terjadi maka dianjurkan untuk menambahkan air hangat pada nampan agar lebih cepat menguap dan mencapai titik kelembaban yang diperlukan
C.  Meneropong telur juga diperlukan dalam melihat dan mengukur perkembangan embrio dan tingkat kehilangan kadar air di dalam telur. Peneropongan sebaiknya dilakukan pada hari ke 7,14 dan 18. Teropong telor dapat dengan mudah dibuat sendiri dengan bahan bahan yang sederhana sejauh cukup sinar yang dihasilkan untuk melihat / menembus kulit telur dan mengintip dalamnya.
D.  Setelah hari ke 19, sedikit kondensasi diatas incubator masih diijinkan atau lebuh akuratnya kami menyarankan untuk mengukurnya dengan menggunakan hygrometer. Karena keberadaan alat ini cukup vital dalam kesuksesan penetas telur.
Pada hari ke 19,20 dan 21 atau 3 hari terakhir penetasan, TIDAK DIANJURKAN untuk membuka atau memutar telur. Hal yang diperlukan adalah menjaga temperatur dan tentunya kelembaban udara pada posisi 65% - 70%. Jika kelembaban udara tidak dijaga, hal ini dapat menyebabkan embrio telur terperangkap didalam dan tidak bisa memecah kulit telur dan mati. Pemutaran telur jika dilakukan dapat menyebabkan kehilangan posisi tetas (malposition) dan hal ini juga menjadikan telur gagal menetas.


Sabtu, 06 Agustus 2011

Tugas Fisika di Bulan Ramadhan (SMAN 2 Kapontori)

Jadikanlah bulan suci ramadhan ini sebagai bulan pembelajaran akhlak, aqidah dan muamalat agar menjadi cerminan sifat hingga kesebelas bulan berikutnya.

Bagi Siswa SMAN 2 Kapontori Kab. Buton, diwajibkan membuat tugas fisika yang akan dikumpulkan pada tanggal 17 Agustus 2011 setelah pelaksanaan upacara peringatan detik-detik proklamasi.

Berikut ini adalah tugas yang dimaksud:

Tugas untuk kelas XI program IPA


Tugas untuk kelas XII program IPA

Jangan lupa (tidak boleh diwakilkan penyetorannya, kecuali sakit/ket. dokter)

Jumat, 08 Juli 2011

Menyulap 1 CPU jadi Banyak dengan BETWIN

PC Clonning
Menduplikasi sebuah System Operasi Komputer dengan dukungan sebuah perangkap lunak(software) maupun keras(Hardware). Sebuah System Operasi (Windows) dapat diinstal dalam satu CPU host yang kemudian diduplikat untuk penggunaan bersamaan dengan beberapa user/client (station) tanpa CPU, bahkan untuk akses ke internet dan bermain game multiplayer. Untuk melakukan clonning terhadapa PC, diperlukan software yang dapat mengatur penggunaan sumber daya komputer. Diantara beberapa software, BeTwin merupakan software yang mampu melakukan clonning ini dengan mudah. BeTwin memungkinkan pemakaian sistem operasi Windows 98, Windows XP, Windows Vista, dan Windows 7 secara bersamaan dalam satu CPU untuk beberapa user
Kelebihan :
  1. Murah dan Efisien
  2. Penghematan biaya instalasi perangkat keras dan lunak
  3. Dapat diterapkan sistem proteksi tunggal, Misal : Deepfrezze
  4. Menghemat listrik
Kekurangan :
  1. System Terpusat pada satu CPU
  2. Tidak bisa double IP
Step by Step… :
Step One : Persiapan
  1. 1 CPU yang masih hidup bagus dan terawat, dengan VGA Card (wajib)
  2. 2 Buah Monitor atau lebih sesuai dengan kemampuan speksifikasi pada CPU agan
  3. Keyboard dan mouse untuk dipakai oleh User/Client (Station)
  4. 1 bh PS2 to USB (Converter dari Slot PS2 ke USB) untuk Mouse dan Keyboard
  5. Install software BETWIN, klo agan blom punya bisa di download disini klo yang ini punya koleksi ane gan
Step Two : Hardware
  1. Pasang perangkat tersebut diatas dengan benar…
  2. Untuk monitor pertama dipasang pada VGA Onboard, untuk Monitor kedua di pasang pada slot VGA Card
  3. Untuk Mouse Keyboard Host dipasang pada slot Ps2, untuk Mouse dan keyboard User/clien di pasang pada slot USB dengan perangkat bantuan PS2 to USB
  4. Sebelum menuju ke Laga Terkahir ( jiahh dah kaya maen bola aja nie) pastikan semua perangkat sudah terpasang dengan benar.. klo bisa sie di cek dulu… caranya masuk ke device management…. masuk RUN ketik devmgmt.msc
  5. pastikan tidak ada icon pada perangkat yang terpasang.
Step Tree : Instalasi
  1. Instal software BeTWin Next… Next… Next… Finish. Setelah penginstalan PC akan RESTART
    Quote:
  2. Setelah windows anda tampil seperti semula (setelah restart), masuk ke Program Betwin.
    penampakannya :
  1. Klik Registrasi Leter, Konfigurasi Station Client :
    Spoiler for Conf:
  2. Pilih Add Station, dan beri nama baru (Nama User/Client/Station)
    Spoiler for add:
  3. Double Klik pada nama station yang baru dibuat lanjut dengan mengklik pada bagian HARDWARE lanjut dengan memilih HARDWARE CONFIGURATION.
    Spoiler for HC:
    Quote:
    Pilihan Hardware Pada Station Client Display, mouse dan keyboard siap dipilihkan untuk masing-masing station. Setiap station harus memiliki kartu grafis(VGA Card), Mouse dan Keyboard. Untuk penambahan, audio, joystick atau hardware lainnya dimungkinkan untuk bisa digunakan (slot yang belum terpakai pada PC).
    Dalam penambahan hardware lainnya ke station, pilihlah item hardware tersebut dengan mengklik padanya yang berada dalam kolom “Free Hardware”, lalu kliklah pada tombol “>>” yang kemudian akan melihat hardware tersebut nampak didalam kolom “Station Hardware” (seperti gambar 3.12).
    Untuk menghapus hardware tertentu dari station, klik pada item hardware tersebut yang ada dalam kolom “Station Hardware”. Klik pada tombol “<<”, dan hardware tersebut akan pindah dari “Station hardware” ke kolom”Free Hardware”.
    Spoiler for Set:
  4. Setelah smua settingan udah benar klik OK dah… dan DooR PC ngerestart lagi dah… SUKSES
Cara kracknya :
Ekstrak file RAR dan ektraklah semuanya didalam satu folder BeTwin (c:\program files\betwin\) kemudian masuklah ke command prompt, dari command prompt masuklah ke c:\program files\betwin\ kemudian ketik
Keygen –r
Maka betwin anda akan di force untuk deregister 2 client, kemudian ketik lagi
Keygen –u 3
Maka lisensi anda akan valid untuk 3 user.
Setelah itu restart, Catatan jangan pernah anda masuk ke system konfigurasi betwin lagi, atau 3 client anda akan mati. Lebih amannya hapus semua shortcut betwin atau instal deepfreeze untuk lebih amannya.
Info Tambahan :
  • Untuk versi trial BeTwin aka restart setiap 2 jam sekali
  • Untuk Login Otomatis pada Host/PC Utama agan agan bisa menggunakan Software Security Admin
  • Untuk Windows Vista & Windows 7 dapat menggunakan Betwin VS

Tutorial Instalasi Betwin (PC Cloning)



Betwin adalah perangkat lunak/software yang menjadikan beberapa pengguna/user secara bersamaan dan berdiri sendiri menggunakan resources sebuah komputer yang berjalan pada windows 2000 profesional, windows XP (32 bit) atau Home Edition. Secara sederhana dapat diartikan betwin membuat sebuah komputer bisa digunakan secara bersamaan dan berdiri sendiri dalam menjalankan softwarenya oleh beberapa pengguna, yang sudah saya coba itu sampai 4 (empat user). Instalasinya sangat mudah. Pasang kartu vga yang kedua (bisa pci ataupun pci-e) dan koneksikan ke monitor pengguna kedua.Pasang juga mouse USB, Keyboard USB atau Mouse, Keyboard PS2 namun menggunakan Converter USB to PS2. Setelah hardware terpasang barulah install software betwinnya. Manfaat dari software ini adalah :

1. Mengurangi investasi perangkat
2. Mengurangi biaya upgrade perangkat
3. Menawarkan pemeliharaan dan service yang mudah
4. Menghemat pengeluaran pembelian software original

Spesifikasi Komputer:
Pentium III 450 MHz atau lebih
RAM 192 MB untuk 2 user (masing2 64 MB)
USB Port
Slot PCI atau VGA

Yang harus diperhatikan dalam penggunaan software ini yaitu perangkat vga nya terutama yang memakai slot PCI yang lama. Sering terjadi masalah, vga yang dipasang bentrok atau konflik dengan vga yang lain, misal bentrok dengan vga onboard. Beberapa merk atau type vga yang disarankan yaitu :
ATi Rage 128 Pro
ATi Radeon
NVidia TNT2
NVidia Geforce
S3 Virge 4 MB
ATi Rage Pro 8 MB
dan lain-lain

Setelah semua perangkatnya siap maka langkah selanjutnya adalah instalasi software betwin. Untuk instalasi dan softwarenya dapat di download di sini
Software Betwin Versi Trial

Link 1
Link 2

Cara Instalasi betwin  


Link 1
Untuk Lisensi Software Betwin, dapat anda pergunakan dengan cara download melalui link di bawah ini, dan isikan passwordnya pccloning2008. 

Link 1