Mas Nadiem Terkejut ketika Komitmen Kebangsaan Kita Dipertanyakan

Penyampaian beliau menyikapi isu yang berkembang di masyarakat terkait penyederhanaan kurikulum

Belum Bisa Menulis? Ini Kiatnya!

Kuliah Umum IV Pembatik Level 4 Tahun 2020

Kompetensi Public Speaking Seorang Pendidik

Kuliah Umum I Pembatik Level 4 bersama Charles Bonar Sirait

Founder "Sokola Rimba"

Kuliah Umum II Pembatik Level 4 bersama Butet Manurung, MAAPD.

Pembukaan Kuliah Umum Pembatik Lev. 4 Tahun 2020

Kuliah Umum Perdana Pembatik Lev. 4 Tahun 2020. Dibuka oleh Mas Nadiem Makarim

Tampilkan postingan dengan label Elektronika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Elektronika. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Mei 2012

Membuat Skema Rangkaian Elektronik dan PCB Layout Dengan DipTrace

Bagi anda yang tertarik dengan dunia - electronics, microcontroller, roboticselektronika, mikrokontroler dan robotika, saya coba perkenalkan software gratisan untuk pembuatan schematic - skema elektronik yang belum lama ini saya gunakan untuk keperluan tugas kampus.
Seperti software-software lain yang digunakan untuk membuat skema electronik dan PCB (Printed Circuit Board) Layout, DipTrace mempunyai 2 menu fungsi utama yaitu:
1. Berfungsi menggambar skema rangkaian.
Free Image Hosting

2. Untuk perancangan PCB sesuai skema yang dibuat.
Free Image Hosting
DipTrace mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan program gratisan sejenisnya yang lain. Kelebihan itu antara lain:
1. Library yang jauh lebih lengkap
Free Image Hosting Free Image Hosting
2. Perancangan PCB bisa dilakukan secara otomatis dengan menu autorouting (konversi skema menjadi desain PCB layout secara otomatis)
Free Image Hosting
3. User bisa menambahkan dan mengubah pattern/bentuk komponen dan simbol komponen
Free Image Hosting Free Image Hosting
4. Fiture yang lengkap dan mudah digunakan
Free Image Hosting
Ingin software gratisan yang bisa mencukupi kebutuhan anda sebagai pecinta elektronika.? Mungkin DipTrace bisa menjadi solusi bagi anda.. :D
Selamat mencoba..

Download area:

Download dari sini

RANGKAIN CERDAS CERMAT 6 GROUP

Rangkaian Cerdas Cermat 6 Group / kelompok  ini menggunakan Relay 14 pin sebanyak 12 buah. Dalam penyusunan, Setiap dua Relay dihubung secara pararel. Sehingga ada 6 buah pasang relay. Gambar diagram dan layout rangkaian bisa dilihat pada gambar di bawah ini. Selamat Mencoba, kritik dan saran selalu ditunggu.
a. Gambar diagram

b. Gambar Layout Rangkaian

CARA MERANGKAI RANGKAIAN CERDAS CERMAT

Pembuatan rangkaian dibuat sederhana, agar lebih mudah bagi yang masih awam, tanpa pembuatan jalur pada PCB.
Alat dan bahan yang dipakai :
  1. Relay dengan 14 pin AC 220 V: 4 buah
  2. Alat solder
  3. Gunting/cutter untuk memotong kabel
  4. Saklar untuk bel 4 buah
  5. Lampu 5 watt : 4 buah dengan warna berbeda
  6. Amplas : secukupnya
  7. Kabel : secukupnya, disesuaikan dengan ruangan
  8. Jack : 1 buah
  9. Conektor: 3 buah isi 12 lubang
  10. Lem Ateco atau sejenisnya.
  11. Triplek /kayu/  seukuran HP tuk meletakkan Relay
Sebelum mulai bekerja ada baiknya mengenal lebih dahulu tentang relay. Contoh relay bias dilihat pada gambar 1. Secara fisik didalam relay terdapat  sebuah kumparan  dan beberapa buah saklar. Saat kumparan dialiri arus listrik maka kumparan tersebut menjadi magnet dan menarik kontak kontak dari saklar. Setiap saklar terdiri dari Terminal NC (normali close/kondisi normal tertutup atau terhubung) dan terminal NO ( normali open/kondisi normal terbuka). Kondisi normal artinya relai belum dialiri listrik. Untuk lebih jelasnya lihat pada gambar 2a dan 2b.
Gambar 2.
Gambar 2a. adalah symbol dari NO dan NC. Pada gambar 2b. merupakan salah satu terminal dari relay. Setiap terminal terdiri dari 3 pin.Pin no: 3 dan pin no : 2  disebut NC, sedangkan pin NO3 dan pin no: 1 disebut NO. Untuk membuat bel cerdas cermat dengan 4 buah kelompok diperlukan 4 pasang terminal  pada setiap relaynya.  Perhatikan gambar no 3 dibawah ini.
Langkah Pengerjaan
  • Bersihkan semua pin dari relay dengan menggunakan amplas, sehingga nantinya mudah untuk disolder

  • Lem bagian bawah relay pada papan yang sudah disiapkan (PIN menghadap keatas). Berilah jarak sekitar 1 cm antar relay.

  • Sambungkan pin-pin relay tesebut dengan menggunakan solder, seperti pada tulisan saya Rangkaian cerdas cermat. Kemudian sambungkan ke konektor pada bagian yg tersambung ke BEL, Saklar dan Lampu, seperti pada gambar dibawah ini.

  • Setelah selasai pada bagian relay, rangkai terlebih dahulu Saklar tombol tekan, lampu dan bel seperti dibawah ini. Setiap meja terdiri dari 1 buah saklar tombol tekan,1 buah lampu dan 1 buah bel. Gunakan konektor untuk memudahkan penyambungan dan pelepasan ke relay.

  • Sambungkan setiap rangkaian pada setiap meja ke bagian konektor relay. Agar lebih mudah berikan nomor pada setiap kabelnya. Hubungkan kabel dengan nomor yang sama.

  • Sambungkan relay ke sumber tegangan listrik dengan menggunakan jack.
  • Ujilah rangkaian, apakah sudah berfungsi dengan benar atau belum.
  • Jika sudah benar, rapikan kabel dan masukkan relay ke dalam wadah, bias menggunakan kotak sabun. Untuk menghindari sengatan arus listrik.
Selamat mencoba.

Senin, 02 Januari 2012

Cara Membaca Nilai Resistor

Resistor adalah komponen dasar Elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian.

Lazimnya gelang resistor terdapat 4 gelang kode yang umumnya digunakan untuk presisi rendah dengan toleransi 5%, 10% dan 20%. Gelang pertama dan kedua mewakili angka resistor. Gelang ketiga mengindikasi perkalian (multiplier) berapa ‘nol’ yang ditambahkan. Jika multiplier band adalah emas (gold) atau perak (silver) kemudian desimal digeser ke kiri satu atau dua (dibagi dengan 10 or 100). Gelang toleransi (tolerance band) deviasi dari nilai spesifik, biasanya terdapat jarak dari gelang lain.

Sebagai contoh, untuk resistor dengan nilai 560 ohm, 5% maka gelang warnanya adalah hijau, biru, coklat dan emas. Penjelasan: Hijau dan biru mewakili angka (56); sedangkan coklat adalah pengali (multiplier) (10) dan emas adalah toleransi (5%). Sedemikian sehingga nilainya 56*10 = 560.

Resitor dengan 5 gelang: Resistor dengan gelang seperti ini digunakan untuk rangkaian elektronika dengan presisi tinggi, resistor dengan presisi 2%, 1% atau bertoleransi lebih rendah. Cara membaca gelang mirip dengan sistem sebelumnya (4 gelang); hanya saja ada perbedaan nomor dari angka. Gelang pertama, kedua dan ketiga mewakili nilai angka, gelang ke empat adalah pengali (multiplier) dan gelang ke lima adalah toleransi.

Jika gelang ke tiga diubah ke warna merah, maka pengali (multiplier) akan menjadi 100, sehingga nilainya 56×100 = 5600 ohms = 5.6 k ohms. Jika gelang pengali (multiplier band) adalah emas atau perak, kemudian desimal poin akan digeser ke kiri satu atau dua tempat (dibagi dengan 10 atau 100). Sebagai contoh, sebuah resistor dengan gelang hijau, biru, perak dan emas mempunyai nilai 56*0.01 = 0.56.
Catatan: 20% resistors hanya mempunyai 3 gelang – artinya, gelang toleransi (gelang ke empat tanpa warna).


Jumat, 23 Desember 2011

WEBSITE SERVICE SEMUA ELEKTRONIK

Situs terbaik menyelesaikan problem TV, Komputer, VCD dan lain-lain:

http://www.alldatasheet.com
http://www.servicetron.com

http://www.datasheet4u.net

Sabtu, 29 Oktober 2011

Cara Membaca Nilai Kapasitansi Kapasitor

Untuk mengetahui nilai kapasitansi kapasitor, beberapa kapasitor memiliki nilai kapasitansi dalam farad yang langsung tercetak  pada komponennya. Kapasitor yang langsung tercetak nilai kapasitansinya biasanya memiliki ukuran yang besar sehingga terdapat tempat yang cukup untuk mencetak nilai kapasitor dan juga lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya. Misalnya pada kapasitor elco, disana dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 22uF/25v.

Akan tetapi, Kapasitor  yang ukuran fisiknya kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja. Untuk yang bertuliskan dua angka saja, maka satuannya adalah pF (pico Farads). Sebagai contoh, kapasitor yang bertuliskan dua angka 47, maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah  47 pF. 

Untuk kapasitor yang bertuliskan 3 digit pada bagian badan kapasitornya, maka angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal, sedangkan angka ke-3 adalah faktor pengali. Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya, berturut-turut 1 = 10, 2 = 100, 3 = 1.000, 4 = 10.000 dan seterusnya. Misalnya pada kapasitor keramik tertulis 104 seperti terlihat pada Gambar-1, maka  kapasitansinya  adalah 10 x 10.000 = 100.000pF atau = 100nF.

Gambar-1. Kapasitor yang Memiliki Kode 104

            
Contoh lain misalnya tertulis 222, artinya kapasitansi kapasitor tersebut adalah 22 x 100 = 2200 pF = 2.2 nF. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada Tabel-1 berikut.

Kode Pada Kapasitor
Nilai
nn (angka dari 01 - 99)
nn pF
101
0,0001 µF
102
0,001 µF
103
0,01 µF
104
0,1 µF
221
0,00022 µF
222
0,0022 µF
223
0,022 µF
224
0,22 µF
331
0,00033 µF
332
0,0033 µF
333
0,033 µF
334
0,33 µF
471
0,00047 µF
472
0,0047 µF
473
0,047 µF
474
0,47 µF
Tabel-1. Nilai Kapasitansi Kapasitor

Pada beberapa jenis kapasitor ada juga yang menggunakan toleransi yang biasanya menggunakan kode huruf. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada Tabel-2 berikut.


Tabel-2. Toleransi Kapasitor

Baiklah.. Cukup sekian postingan tentang Cara Membaca Nilai Kapasitansi Kapasitor. Terima kasih sudah membacanya.