Mas Nadiem Terkejut ketika Komitmen Kebangsaan Kita Dipertanyakan

Penyampaian beliau menyikapi isu yang berkembang di masyarakat terkait penyederhanaan kurikulum

Belum Bisa Menulis? Ini Kiatnya!

Kuliah Umum IV Pembatik Level 4 Tahun 2020

Kompetensi Public Speaking Seorang Pendidik

Kuliah Umum I Pembatik Level 4 bersama Charles Bonar Sirait

Founder "Sokola Rimba"

Kuliah Umum II Pembatik Level 4 bersama Butet Manurung, MAAPD.

Pembukaan Kuliah Umum Pembatik Lev. 4 Tahun 2020

Kuliah Umum Perdana Pembatik Lev. 4 Tahun 2020. Dibuka oleh Mas Nadiem Makarim

Selasa, 14 Agustus 2012

CARA INSTALASI ANTENA KU BAND

Sinyal Ku band memiliki beamwidth (lebar berkas) lebih kecil dari C band sehingga mengakibatkan penyetelan antena parabola lebih sulit dibandingkan C band. Selain itu Diameter antena juga berhubungan dengan beamwidth C atau Ku band, dimana tuning antena yang berdiameter lebih besar akan lebih sulit dibandingkan diameter yang kecil, karena antena berdiameter besar memiliki beamwidth yang lebih sempit. Jadi menyetel antena untuk Ku band akan relatif lebih mudah pada dish berdiameter kecil (6 feet ke bawah). Sebuah antena yang telah di tuning pada Ku band akan berfungsi baik pada C band, tetapi kebalikannya, antena yang di tuning di C band belum tentu berfungsi di Ku band.
Mesh atau Solid?
Sebuah solid dish yang memiliki bentuk parabola sempurna akan memantulkan sinyal yang sama banyaknya dengan mesh dish yang memiliki 1,25 x diameternya. Jadi secara teori: 6 feet perfect solid dish = 1,25 x 6 = 7,5 feet perfect mesh dish. Untuk memilih solid atau mesh dish, adalah hal yang lebih penting apabila dish tersebut memiliki bentuk parabola yang sempurna sehingga gain yang dihasilkan maksimum. Lalu bagaimana kalau yang tersedia hanya mesh dish saja? OK, asal dish tersebut memiliki persyaratan sbb:
Mesh memiliki lubang tidak lebih besar dari 1/4” (0,4 – 0,5 cm) atau sinyal 10-12 ghz akan ‘lewat’ dan tidak terpantulkan.
Mekanisme mounting antena harus cukup presisi sehingga tidak mempunyai gerak (spelling) di setiap arah sumbunya, misalnya ketika antena ditiup angin dan mempunyai smooth tracking sepanjang kurva satelit, dsbnya.
Actuator juga memiliki ‘ketelitian’ Ku band – tidak memiliki gerak lebih dari 1/16” ketika ditekan/diputar.
Sinyal Beam
Masalah klasik kalau ada yang bertanya “apakah saya bisa menerima siaran Ku ini dan itu?” Untuk jelasnya sebelum mengeluarkan biaya yang relatif mahal, ada baiknya melihat foot print sinyal Ku satelit yang anda inginkan untuk mengetahui apakah sinyal Ku band tersebut melingkupi daerah anda. Juga dapat bertanya dengan rekan-rekan yang sudah pernah mencoba atau berhasil.
Di bawah ini saya ambil contoh foot print satelit NSS6 95°E yang memancarkan sinyal Ku untuk spot North East Asia. Pada gambar jelas terlihat satelit tersebut tidak memancarkan sinyal untuk daerah Indonesia, tetapi untuk Philipina dengan beam pancaran terbesar 53 dbW, Jepang, Korea, dan sebagian China serta Rusia. Bila diteliti, beam sinyal terkecil adalah 42 dbW dapat diterima di sebagian kalimantan dan nyaris pulau Sumatra. Berdasarkan Tabel Perbandingan besarnya pancaran dan ukuran dish yang diperlukan, dapat kita ketahui secara teori bahwa besar minimal diameter dish yang dibutuhkan untuk dapat menerima sinyal tersebut adalah 110 cm. Selanjutnya tinggal keberuntungan anda, apakah anda tinggal di daerah yang masih di dalam cakupan sinyal Ku tersebut – walaupun hanya spill-over signal? Apakah peralatan dan setting antena anda cukup akurat, dsbnya. Bagi yang senang bereksperimen merupakan tantangan yang mengasyikkan untuk mencoba menerima sinyal ‘tumpahan’ tersebut dengan antena berukuran besar – 8 feet ke atas.

Satelit Ku NSS-6 95°E North Asia Spot

Tabel untuk Ku LNBF dengan Noise Figure (NF) = 0.6 – 0.7 dB
Perbandingan besarnya kuat pancaran dan ukuran dish yang diperlukan.
Jenis Antena
Terdapat 2 jenis dish antena yang umum digunakan pada Ku band, yaitu Offset dan Prime focus dish. Prime focus dish adalah jenis dish antena yang biasa digunakan pada C band dimana LNBF terletak tepat di titik fokus dish. Offset dish adalah parabola dish yang dipancung sehingga memiliki luas permukaan yang lebih kecil dari dish parabola sesungguhnya. Keuntungan offset dish adalah bentuk fisik yang lebih kecil dan penerimaan sinyal Ku relatif tidak terganggu pada saat hujan dibandingkan prime focus yang terkadang harus kehilangan sinyal pada waktu hujan lebat. Kekurangannya adalah gain yang dihasilkan relatif lebih kecil dari pada parabola dengan diameter sesungguhnya – prime focus. Offset dish digunakan pada wilayah cakupan sinyal yang kuat. Untuk tingkat keberhasilan yang relatif besar disarankan menggunakan prime focus antena dan lnbf. Di tanah air beredar beberapa merk solid dish seperti Venus, Starcom, Matrix dan Technosat.
LNBF
LNBF Ku band memiliki harga yang relatif lebih mahal (200-400 RB) dibandingkan LNBF C band. Bentuk fisik lebih kecil dan cara penempatan pada titik fokus yang berbeda. Umumnya LNBF C band memiliki tanda (berupa garis dengan angka 0 di tengah dan 30 di kiri dan kanannya) dimana garis dengan angka 0 harus diletakkan pas ke arah Timur atau Barat dan kemudian dikoreksi (putar ke kiri-kanan) sampai mendapatkan gambar/sinyal terbaik. Hal ini dapat dijelaskan dengan terdapatnya 2 antena kecil di dalam wave guide (corong lnb) dimana masing-masing berfungsi sebagai antena berpolarisari vertikal dan horisontal. Berbeda dengan C band, Ku band LNBF memiliki hanya 1 antena yang letaknya sejajar dengan arah F konektor (terletak di dalam wave guidenya).

Gambar Offset Ku band LNBF
Ku band LNBF dibedakan 2 macam yaitu tipe Offset dan prime focus LNBF. Kedua tipe ini dipilih sesuai dengan jenis antena yang digunakan di atas. Offset LNBF umumnya memiliki rasio f/D = 0,5 ke atas sedangkan prime focus LNBF memiliki f/D = 0,3 – 0,4. Sangat dianjurkan untuk menggunakan tipe LNBF yang sesuai dengan antena yang digunakan. Untuk menggunakan Offset LNBF pada prime focus antena boleh-boleh saja, terutama apabila sinyal Ku cukup besar beaming ke daerah anda. Tetapi sesungguhnya akan terdapat pengurangan gain yang cukup berarti karena faktor f/D yang berbeda antara LNBF dan dish. Apabila ingin hasil yang memuaskan: gunakanlah prime focus LNBF pada prime focus antena.

INSTALASI
1. Menghitung Titik Fokus
Menurut rumus kurva parabola titik fokus f (cm) adalah diameter (D) pangkat 2 dibagi dengan 16 x depth (d).
f = D2/16.d
Jadi bila menggunakan antena 6 feet (180 cm) dengan depth 30 cm, maka titik fokus f (tempat menempatkan lnbf) adalah 67,5 cm dari dasar piringan antena.
Rasio fokus/Diameternya (f/D) = 67,5 cm/ 180 cm = 0,36.
Angka f/D inilah yang kita gunakan untuk mengatur naik turunnya adjustable scalar ring pada LNBF C band. Untuk menempatkan LNBF di titik fokus diperlukan bracket yang tersedia di pasaran. Dengan bracket ini anda dapat memasang LNBF di antena tipe tripod atau singlepod. Cara menginstallnya kurang lebih sama dengan LNBF C band. Tetapi pada Ku band LNBF, arahkan garis dengan angka O pada arah UTARA atau SELATAN. Bila tidak ada garis 0 sebagai gantinya arahkan KONEKTOR sesuai dengan arah Utara atau Selatan. Kemudian atur ketinggian LNBF supaya ring terletak 67,5 cm dari dasar antena- sesuai dengan jarak titik fokus hasil perhitungan.


Gambar prime focus Ku band lnbf dan bracket
Ada yang mungkin bertanya apakah dapat memasang LNBF Ku band di samping LNBF C band yang sudah terpasang? Karena saya belum pernah mencobanya, silahkan teman lain memberikan masukan apabila pernah mencobanya.
2. Setting Local Oscilator Frequency (LOF)
Untuk universal LNBF set LOFnya 9750/10600 dan 22 Khz Auto atau LOF1 9750 dan LOF2 10600. Umumnya receiver jenis baru telah memberikan pilihan setting otomatis ketika kita memilih LO tersebut, tinggal memilih jenis LNBF universal dengan LOF 9750/10600 dsnya. Apabila menggunakan LNBF tipe lama, set LOF=9750 dengan switch 22 Khz OFF untuk low band 10,7-11,7 Ghz dan LOF=10600 dengan switch 22 Khz ON untuk high band 11,7-12,75 Ghz. Cara setting ini dapat berbeda tergantung dari receiver yang digunakan.
3. Tips Mencari sinyal
Cara termudah, gunakanlah sinyal C band untuk mencari arah kurva (Timur-Barat) satelit terlebih dulu. Untuk mencari sinyal, tune antena pada salah satu frequensi/sinyal C band analog atau digital. Setelah didapatkan sinyal quality dan sinyal strength terbaik, ganti LNBF dengan Ku band dan scan di freq yang anda inginkan. Bila sinyal strength besar tetapi sinyal qualitynya 0 atau kecil, koreksi Deklinasi (Arah Utara – Selatan) dengan mur setelan di antena. Perhatikan bahwa 1 – 2 kali putaran baut Deklinasi tersebut dapat memiliki perbedaan yang sangat besar: Sinyal quality dari 0 – 100 %. Dari percobaan-percobaan yang telah saya lakukan, tipe mounting seperti pada gambar memberikan hasil yang paling akurat dan waktu penyetelan yang cepat.

Gambar mur setelan Deklinasi
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah frequency, symbol rate, dll. pada satu LNBF/Receiver dengan lnbf/receiver lainnya tidak mutlak sama. Hal ini besar pengaruhnya pada Ku band, tidak seperti halnya C band. Misalnya Siaran A pada Freq. 12.000 Mhz Hor SR:10.000 k/s pada receiver X belum tentu sama dengan receiver Y, Z dsbnya. Pada receiver Y mungkin sinyal quality baru stabil/lock pada 12.002 Mhz dengan SR: 10.001 k/s dan di receiver Z pada 12.004 Mhz SR: 10.003 k/s, dstnya. Ini menjelaskan kenapa terkadang sulit untuk mencari sinyal Ku band berdasarkan informasi dari Web site atau teman, yang pada C band tidak pernah/jarang ditemukan. Anda harus berimprovisasi – play with your remote! Setelah melakukan semua langkah diatas tetapi anda masih belum mendapatkan sinyal yang dicari? Satu hal yang paling mungkin adalah karena anda telah menggunakan tiang / post yang memiliki diameter yang lebih kecil dari diameter mounting antena. Sehingga usaha berjamjam untuk mencari sinyal menjadi sia-sia karena antena memilih gerak (meskipun sedikit, tetapi tidak bisa ditolerir untuk Ku band) bebas ke dua sumbu. Pemecahannya adalah perbaiki diameter tiang dengan diameter yang pas dengan mounting antena sehingga tidak memiliki gerakan lagi. Bisa dengan mengganti dengan tiang baru atau menambahkan pipa berdiameter lebih besar sepanjang pipa mounting (plus 10-20 cm). Diameter luar pipa/tiang yang sering ditemukan adalah 7,5 cm sedangkan pada beberapa produk antena, diameter bagian dalam mounting adalah 8-8,5 cm.
SUMBER : http://c.1asphost.com/mainsource/Indonesia.asp

Sabtu, 11 Agustus 2012

Pengumuman Ujian Ulang Hasil PLPG Rayon 126 Unhalu

Sehubungan dengan telah dikeluarkannya SK Dekan FKIP Unhalu selaku Sekretaris Rayon 126 No. 1645/UN29.1/LL/2012 tanggal 10 Agustus 2012 tentang Penyampaian nama-nama Peserta Ujian Ulang I PLPG Kuota Tahun 2012, dengan ini kami panggil guru-guru yang berstatus MENGULANG pada pengumuman tersebut untuk dapat hadir mengikuti Ujian Ulang I PLPG yang diadakan pada:
 
Hari : Minggu
Tanggal : 26 Agustus 2012
Pukul : 07.00 s.d. 11.30 WITA
Tempat : Gedung FKIP Unhalu, Kendari
 
Syarat dan Ketentuan:
- Peserta diharapkan hadir 15 menit sebelum pelaksanaan ujian ulang dimulai.
- Untuk Ujian Ulang Teori Nasional/SUTN (Obyektif) diwajibkan membawa pensil 2B.

Adapun nama-nama peserta yang dinayatakan mengulang dapat diunduh di link berikut:

Pengumuman PLPG rahon 126 Khusus Fisika Gelombang I


NAMA KETERANGAN
SUMARTONO Lulus
MUHAMMAD SAWAL Lulus
MURNIATI ISU Lulus
RATLIN Lulus
HARICE Lulus
SAPRI Lulus
ARIANTO ATJO Lulus
MULYA NINGSYI Mengulang UTL
MAULID Mengulang UTL
SUMIATI Mengulang UTL
SITTI HASLINA Mengulang UTL
DUDIN Mengulang UTL
ASIRUDIN Mengulang UTL
YUDI WABULA Mengulang UTL
NYOMAN ARIANA Mengulang UTL
LUSMAN Mengulang UTL
WA ODE SURIAMI Mengulang UTL
MELDAWATI Mengulang UTL
JAFRI ALIPIANTO Mengulang UTL
RUSMAWAN Mengulang UTL
RAHMAWATI Mengulang UTL
AMNA Mengulang UTL
SITI MARWAH RAKIB Mengulang UTN
SHARMAN Mengulang UTN dan UTL
MURDIL Mengulang UTN dan UTL
RITA Mengulang UTN dan UTL
LA DIAMA Mengulang UTN dan UTL
LA ODE SUAYIB Mengulang UTN dan UTL

Jumat, 27 Juli 2012

Akhlak Mulia Ciri Mukmin Sejati

“Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Mahaindah dan mencintai keindahan. Dia mencintai akhlak yang tinggi dan membenci akhlak yang rendah.” (HR Ath-Thabrani dan Ibnu Asakir)
Dengan kemuliaan akhlak seorang mukmin mampu mencapai derajat yang tinggi Ia akan mendapat derajat sama dengan derajat para mujahid fi sabilillah, para ahli ibadah, orang-orang yang senantiasa berpuasa, orang-orang yang shalat di malam hari dan orang-orang yang beristighfar di sore hari. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya seorang muslim musaddid (ibadahnya sedang-sedang saja) akan mampu mencapai derajat orang-orang ahli puasa yang mendirikan ayat-ayat Allah, disebabkan oleh keindahan akhlaknya dan kemuliaan prilakunya.”(HR Ahmad dan Ath-Thabrani)
Nabi saw juga menjelaskan bahwasanya orang mukmin yang imannya paling sempurna adalah orang yang paling mulia akhlaknya. Dan dengan kemulian akhlak seorang mukmin dapat mencapai derajat orang-orang yang berpuasa dan menunaikan zakat.
Orang-orang yang berakhlak luhur, berwatak mulia dan berperilaku bersih adalah manusia yang paling dicintai oleh Baginda Nabi dan akan mendapat tempat terdekat dengan beliau kelak pada Hari Kiamat. Dalam sebuah hadits, beliau menyatakan bahwasanya orang yang paling beliau cintai dan akan mendapat tempat terdekat dengan beliau pada Hari Kiamat adalah yang paling mulia akhlaknya. Sedangkan orang yang paliang beliau benci dan yang paling jauh tempatnya dengan beliau pada Hari Kiamat kelak adalah orang yang buruk akhlaknya, yaitu Ats-Tsartsarun (orang-orang yang banyak bicara), Al-Mutasyadidiqun (orang-orang-orang yang suka memanjangkan pembicaraan) dan Al-Mutafayhiqun (orang-orang yang congkak.).
Akhlak yang mulia juga akan menjadikan timbangan kebaikan seseorang bertambah berat pada Hari Kiamat kelak. Hitungan amal baiknya akan meningkat sedangkan timbangan amal buruknya akan berkurang. Rasulullah saw bersabda, “Tiada sesuatu yang lebih bisa memberatkan timbangan (kebaikan) orang mukmin pada hari kiamat, daripada akhlak yang baik. Sesungguhnya Allah membenci orang yang berkata kotor dan hina.(HR At-Tirmidzi)
Tahapan-tahapan dan kejadian-kejadian pada Hari Kiamat juga akan mudah dilalui oleh seorang yang berakhlak mulia. Dia akan mendapatkan tempat yang paling mulia dan derajat yang tinggi. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwasanya seorang hamba dengan kemuliaan akhlaknya akan mencapai derajat-derajat di akhirat yang tinggi dan tempat tinggal yang mulia. Padahal di dunia ibadahnya biasa-biasa saja. Sedangkan seseorang yang akhlaknya buruk akan terjerumus ke derajat paling rendah di neraka jahanam.
Lantas bagaimana agar kita bisa berakhlak mulia?
Pertama, membaca buku-buku dan mendengarkan ceramah-ceramah agama yang menerangkan perihal akhlak Rasulullah, para sahabat, dan ulama-ulama saleh.
Kedua, mengamalkan sedikit demi sedikit tentang akhlak mulia yang sudah kita pelajari.
Ketiga, berdoa kepada Allah supaya dikaruniai akhlak yang baik dan terhindar dari akhlak yang buruk.
Rasulullah mengajarkan kepada kita doa untuk mendapatkan akhlak yang mulia. Diriwayatkan bahwa beliau berdoa, “Ya Allah, tunjukkanlah kepadaku keindahan akhlak yang tiada bisa menunjukkan keindahannya melainkan Engkau semata. Dan palingkanlah dariku keburukan akhlak yang tiada bisa memalingkan dari keburukannya, melainkan Engkau semata.(HR Muslim)
Dalam hadits yang lain diriwayatkan bahwa Rasulullah saw meminta perindungan dari keburukan akhlak, keburukan watak dan kerendahan adab. Beliau berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kemungkaran akhlak, amal-amal perbuatan, hawa-hawa nafsu dan penyakit-penyakit (hati).” (HR At-Tirmidzi dan Ath-Thabrani)
Dewasa ini bangsa Indonesia dihadapkan dengan problem kemerosotan akhlak yang sangat drastis. Bangsa Indonesia yang dahulu dikenal santun, ramah dan bersahabat, akhir-akhir ini berubah menjadi bangsa yang kasar, bengis dan arogan. Setiap hari kita saksikan media-media informasi menayangkan berita kriminal. Ada anak yang tega membunuh orangtuanya sendiri, ayah yang memperkosa anak gadisnya sendiri, bahkan seorang ibu tanpa perasaan membuang bayinya sendiri ke tempat sampah.
Menjadi tugas setiap orang mukmin untuk memperbaiki kebobrokan akhlak di negara ini dengan menampilkan akhlak yang mulia. Sebab, akhlak mulia merupakan ciri dari seorang mukmin sejati. Dengan menebarkan akhlak mulia, maka perilaku masyarakat yang sudah kacau balau ini perlahan-lahan akan berubah ke arah yang lebih baik.
H. Yasir Maqosid, Lc
Pengasuh Pondok Pesantren Syafi’i Akrom
Jenggot-Pekalongan Selatan-Jawa Tengah
(Dimuat di Surat Kabar Radar Pekalongan 6 Februari 2009)

Sabtu, 21 Juli 2012

Persamaan Flyback TV

Pin Flyback dilihat / dihitung dari bawah searah jarum jam.

AKARI / FUJITEC China 
  • 14" BSC22 - 01N401
  • 20" BSC24 - 01N40TA
  • 14" BSC25 - 1194 
  • 20/21" BSC25 - 4803T 
  • 14" BSC22 - 2007 (B+125)
  • 20" BSC25-N0803A
COL_B+115V_NC_AFC_GND_H_ABL_NC
AKIRA
  • 14" JF0501 - 1901
  • 21" BSC23 - N0114
COL_B+115V_GND_185V_H_ABL_GND_16V_NC_24V
AKIRA Vert +14v dan -14v 
  • 21" JF0501 - 19959
  • 21" BSC25 - 0235A
  • BSC25-4004A
  • BSC25-N 0103
  • BSC24-01N4004U
COL_B+115V_+14V_-14V_GND_H_AFC_ABL_NC_185V 
 
AKIRA CT-29TK9Ae
  • JF0501-2202
Col_B+125v_Afc/Nc_-12v_+12v_Gnd_H_Abl_Gnd_180v
AKIRA Slim 29"
  • BSC29-N2477
Col_180v_B+130v_Gnd_Nc(14v)_25v_Nc(Gnd)_Abl_H_Inner

AKIRA / FUJITEC IC8893CPBNG.......
  • 21" BSC25 - 05N2135H
  • 21" BSC25 - N0379
  • 21" BSC25 - 3604V
COL_B+115V_NC_AFC_GND_H_ABL_180V
                                                                       
  • BSC22-68F03
  • BSC25-N0449
COL_B+115V_24v_AFC_GND_H_ABL_180V

ASATRON Slim
  • 21" BSC25-N1089D
Col_B+115v_+17v_Afc_Gnd_H_Abl_Nc_180v_-17v
AIWA 14/20"
  • 84-L83-606-01
  • FTK 14B011 
COL_B+115V_24V_GND_185V_H_ABL_GND_AFC_12V  
DETRON 
  •  14" 154 - 164F 
  •  20" 154 - 165D
  • 20" JF0501-1212
24v_14v_B+115V_H_AFC_ABL_GND_185V_NC_COL

SHARP 
  • 14" F0067PE
  • 20" F0069PE 
COL_B+115V_24V_16V_NC_AFC_GND_H_185V_ABL

  • 21" F0147PE
COL_B+115V_GND_24V_12V_AFC_185V_GND_H_ABL

  • 14" F0193 / 21"F0194
  Col_B+115V_GND_40V_12V_AFC_185V_GND_H_ABL
SHARP picollo
  • 14" BSC26 - 2631S / FA060 WJ - SA 
  • 21" JF0501-32601 / FA071WJ - A
  • 21" BSC25-0232A / FA104WJZZ
COL_B+125V_GND_24V_12V_AFC_185V_GND_H_ABL
  • 29" FA100WJ / FA116WJ
Col_B+125v_Gnd_Nc_+14v_-14v_180v_Gnd_H_Abl


GOLDSTAR / LG / AKARI / INTEL
  • 154 - 177B
  • 154 - 064P
  • 6174 - 8004A (kadang 12V/16V gak ada)
  • 6174Z - 6040X 
  • MF6549
COL_185V_B+115V_GND_16V_24V_40V_ABL_H_AFC
  • 6174Z - 6040C (LG Turbo Swing 21")
Col _185v_B+115v_Gnd_-14v_+14v_Nc_Abl_Ht_Afc
  • 154 -177E 
COL_185V_B+90v_BOOST UP_25V_12V_GND_ABL_H_AFC

JVC
  • 21" BSC25 - 0262
COL_B+115V_AFC_NC_24V_GND_H_ABL_185V_ GND

JVC AV20NX
  • 21" JF0501 - 3241 / QQ0189 - 001
 Col_B+115v_ AFC_-12V_+12V_Gnd_HT_ABL_185v_Gnd
FUJITEC lama

  • BSC22 - 2314H
  • JF0501-1903
  • FCM14A032
  • KFS 60844
COL_B+115V_180V_16V_24V_H_GND_ABL_AFC_NC

HITACHI FUJIAN
  • BSC25 - 0820
Col_B+115_Nc_Nc_25v_12v_Abl_Ht_Gnd_180v
PANASONIC
  • TLF14695F/Alpha Gold
  • TLF 15610 F
  • TLF 15611 F
  • KFS60844
Col_B+_Gnd_PS sink -_25v_Ht_185v_Abl_Nc_PS sink+
  • 20" TLF 4N052
Col_B+115v_Nc_24v_H_180v_Gnd_Gnd  (R2W 1 ohm)_16v_ABL
  • ZTF N82014B
Col_B+140v_Nc_+16v_Gnd_H_Gnd_ABL_-16v_ 180v
  • 21" G4GAM3F2

Col_B+90v_180v_Nc_Nc_Nc_Nc_Abl_Gnd_Ht


SANSUI
  • JF0501 -1206
  • JF0501-1204
COL_B+115V_185V_16V_24V_H_GND_ABL_AFC_NC
 
LG  
  • 20": 6174 - 6006E
Col_185v_B+115V_Gnd_-14v_+14v_Nc_ABL_H_AFC
  • 21" 6174V-6006H (Flat & Super Slim)
  • 21" BSC24-3366J (Super Slim)
COL_185V_B+115V_GND_Nc_24V_Nc_ABL_H_AFC
  • 29" 6174Z - 5003A
  • 29" BSC28 - N2334
Col_B+115v_+14v_-14v_200v_Gnd_Nc_28v_ABL_H


LG ultra Slim 
  • 21" BSC25-N0363 
  • 29" BSC26-N2138
Col_B+115V_+14V_-14V_200V(Video)_Gnd_Inner_26V_Abl_H
LG super slim
  • 6174913002A
  • BSC24-3366J
COL_185V_B+115V_GND_Nc_24V_Nc_ABL_H_AFC

TOSHIBA
  • 14" TFB 4067 BD 
  • 20" TFB 4122 BD
  • 20" TFB 4122 HY
  • 21" TFB 4125 CH
  • 21" TFB 4213AG (Flat)
  • 29" TFB 4086A
COL_B+115V_185V_GND_NC_24V_12V_ABL_H_AFC

POLYTRON / DIGITEC
  • 20" FCM 20 B 061N 
  • 21"JF 0501 - 19577
  • 21" JF0501 - 19584
COL_B+115V_GND_NC_185V_H_NC_ABL_+12V_-12V

  • 21" JF0501-195913
  • 21" FTK-21R011UN

Col_B+115V_Gnd_185v_Nc_H_25v_Bcl_12v_Afc

POLYTRON lama
  • 14" FCK 14A006
  • 20" FCM2015H
  • 20" FTK21R002
NC_NC_GND_185V_16V_H_24V_ABL_B+115V_COL

SAMSUNG 
  • FSV 14A004
  • FSV14A001
  • FSV20A001 
16,5V_AFC_H_24/40V_180V_GND_NC_ABL_B+125V_COL
  • FOK14A001 
  • FSV-14A004C
  • FSV-14A004H
  • FSA-38031M
  • FSA 173 B
  • AA26-002101A
 +16,5V_24V_H_-16V,5_185V_GND_NC_ABL_B+125V_COL
  • 14/21" Flat FOK14B001
Col_NC_B+123V_NC_200V_Gnd_H_-16,5V_+16,5V_ABL

TV China
  • BSC 25 Z 603F
  • BSC 25 - 4813A
  • BSC 25 - N1003A
  • BSC25 - N0608
TP1_COL_TP2_B+115v_TP3_TP4_GND_H_ABL_NC(180V)
  • BSC24-014001D
  • BSC25-N0321
  • BSC25-N1534
  • BSC25-N1634
  • BSC25-Z1003
  • BSC25-Z2705    
  • BSC25-Z2706
  • BSC25-N0313
  • BSC25-F1125A


TP1_COL_TP2_B+115v_TP3_TP4_GND_H_ABL_AFC
TV China
  • BSC 25 - 2004PR
COL_B+115v_NC_AFC_GND_H_ABL_NC_TP1_TP2 

  • BSC24-01N4014K
  • BSC25-T1010A
T1_COL_T2_B+115v_T3_T4_GND_H_ABL_180V

DIAMOND (Tv China)
  • BSC24 - 2231HC
Col_B+115_40v_14v_Gnd_Afc_Abl_Ht_180v_Nc

SANYO 
  • 21" L 40 B 15300 / L40B17100 
  • JF0501-32639 (SANYO SLIM 21")
COL _B+115V_NC_185V_AFC_NC_ABL_LOW B_H_GND

SANYO SLIM FLAT 29"
  • BSC26 - 2629S part no: 1LB4L40B07500
  • BSC26 - 2670S / 1LB4L40808000 (Flat)
 Col_B+140v_Nc_Video 185v_Afc_Nc_Abl_Low B_H_Gnd
 Tr Hor D2634
TCL
  • 21" BSC25 - 0299D 
  • 21" BSC25 - 0273F
  • 21" JF0501-1914V1
  • BSC25 - 0231
  • 21" BSC25-0284C
  • BSC 66G (124-3810)
  • BSC25-0211
  • JF0501-1909A
  • JF0501-1214
185V_COL_AFC_B+115V_12V_24V_ABL_GND_NC_H
 
  • 21" BSC25 - 0252S
Col_B+_NC_NC_NC_AFC_GND_ABL_200V_HT
TV China 
  • 29" BSC26 - 3606A
Col_B+115V_NC_AFC_GND_H_ABL_T1_T2_T3
  • 29" BSC28 - N2329
  • 29" BSC29 - T6018N
Col_TP2_B+115V_GND_185V_NC_NC_ABL_H_AFC
  • 29" BSC26 - N0670
  • 29" BSC27 - KLX29

Tp1_Col_Tp2_B+_Nc_Tp3_Gnd_Ht_Abl_180v

TV SAMSUNG 
  • 29" FUH29A001 (B+ 135v)
  • SAMSUNG FLAT SLIM 29" JF0501 - 91911 (FQH29A003) (B+125v)
  • 21" SLIM FQH21A004 / BSC25-0217G / AA26-00305A / FUH29A001B (S) (B+120/125V)
COL_NC_B+125V_NC_200V_GND_H_-16,5V_+16,5V_ABL


KONKA 
  • 14" BSC25-2023S
  • 14" BSC25 - 0106
  • 21" BSC25-2666S
  • 20" BSC25-0111
COL_185V_B+115V_GND_AFC_14V_ABL_H_NC_NC
  •  21" BSC25-0146
 Col_185v_B+115_Gnd_Nc_Nc_Abl_Ht_Gnd_Afc

SONY
  • 8-598-858-00
  • 8-598-831-00
  • 8-598-811
  • 1-453-284-11
COL_B+_200V_H_GND_-13V_GND_+13V_NC_ABL
SONY  Trinitron
  • 29" 1-439-423-32

H1_H2_180v_B+_Col_14V_Abl_Nc_26v_Nc_Gnd

RCA
  • 14" 6174Z - 8006A 
B+110_Col_6.5V_Gnd H_H_Abl_-12V_Gnd_180v_+12v
PHILIPS
  • 29" JF0501 - 9185
  • BSC25 - N2319
  • BSC25 - N2911
Col_B+125v_180v_Afc_H_8v_12v_ABL_45v_Gnd 
SANKEN 
  • 21" BSC24-01N4004U
  • JF0501 - 19959
  • BSC25 - 0235A
  • BSC25-N 0103
Col_ B+115_+14V_-14V_Gnd_Ht_Afc_Abl_Nc_180v