Sabtu, 18 Agustus 2012
Selasa, 14 Agustus 2012
CARA INSTALASI ANTENA KU BAND
Sinyal Ku band memiliki beamwidth (lebar berkas) lebih kecil dari C
band sehingga mengakibatkan penyetelan antena parabola lebih sulit
dibandingkan C band. Selain itu Diameter antena juga berhubungan dengan
beamwidth C atau Ku band, dimana tuning antena yang berdiameter lebih
besar akan lebih sulit dibandingkan diameter yang
kecil, karena antena berdiameter besar memiliki beamwidth yang lebih
sempit. Jadi menyetel antena untuk Ku band akan relatif lebih mudah pada
dish berdiameter kecil (6 feet ke bawah). Sebuah antena yang telah di
tuning pada Ku band akan berfungsi baik pada C band, tetapi
kebalikannya, antena yang di tuning di C band belum tentu berfungsi di
Ku band.
Mesh atau Solid?
Sebuah solid dish yang memiliki bentuk parabola sempurna akan memantulkan sinyal yang sama banyaknya dengan mesh dish yang memiliki 1,25 x diameternya. Jadi secara teori: 6 feet perfect solid dish = 1,25 x 6 = 7,5 feet perfect mesh dish. Untuk memilih solid atau mesh dish, adalah hal yang lebih penting apabila dish tersebut memiliki bentuk parabola yang sempurna sehingga gain yang dihasilkan maksimum. Lalu bagaimana kalau yang tersedia hanya mesh dish saja? OK, asal dish tersebut memiliki persyaratan sbb:
Mesh memiliki lubang tidak lebih besar dari 1/4” (0,4 – 0,5 cm) atau sinyal 10-12 ghz akan ‘lewat’ dan tidak terpantulkan.
Mekanisme mounting antena harus cukup presisi sehingga tidak mempunyai gerak (spelling) di setiap arah sumbunya, misalnya ketika antena ditiup angin dan mempunyai smooth tracking sepanjang kurva satelit, dsbnya.
Actuator juga memiliki ‘ketelitian’ Ku band – tidak memiliki gerak lebih dari 1/16” ketika ditekan/diputar.
Sinyal Beam
Masalah klasik kalau ada yang bertanya “apakah saya bisa menerima siaran Ku ini dan itu?” Untuk jelasnya sebelum mengeluarkan biaya yang relatif mahal, ada baiknya melihat foot print sinyal Ku satelit yang anda inginkan untuk mengetahui apakah sinyal Ku band tersebut melingkupi daerah anda. Juga dapat bertanya dengan rekan-rekan yang sudah pernah mencoba atau berhasil.
Di bawah ini saya ambil contoh foot print satelit NSS6 95°E yang memancarkan sinyal Ku untuk spot North East Asia. Pada gambar jelas terlihat satelit tersebut tidak memancarkan sinyal untuk daerah Indonesia, tetapi untuk Philipina dengan beam pancaran terbesar 53 dbW, Jepang, Korea, dan sebagian China serta Rusia. Bila diteliti, beam sinyal terkecil adalah 42 dbW dapat diterima di sebagian kalimantan dan nyaris pulau Sumatra. Berdasarkan Tabel Perbandingan besarnya pancaran dan ukuran dish yang diperlukan, dapat kita ketahui secara teori bahwa besar minimal diameter dish yang dibutuhkan untuk dapat menerima sinyal tersebut adalah 110 cm. Selanjutnya tinggal keberuntungan anda, apakah anda tinggal di daerah yang masih di dalam cakupan sinyal Ku tersebut – walaupun hanya spill-over signal? Apakah peralatan dan setting antena anda cukup akurat, dsbnya. Bagi yang senang bereksperimen merupakan tantangan yang mengasyikkan untuk mencoba menerima sinyal ‘tumpahan’ tersebut dengan antena berukuran besar – 8 feet ke atas.

Satelit Ku NSS-6 95°E North Asia Spot

Tabel untuk Ku LNBF dengan Noise Figure (NF) = 0.6 – 0.7 dB
Perbandingan besarnya kuat pancaran dan ukuran dish yang diperlukan.
Jenis Antena
Terdapat 2 jenis dish antena yang umum digunakan pada Ku band, yaitu Offset dan Prime focus dish. Prime focus dish adalah jenis dish antena yang biasa digunakan pada C band dimana LNBF terletak tepat di titik fokus dish. Offset dish adalah parabola dish yang dipancung sehingga memiliki luas permukaan yang lebih kecil dari dish parabola sesungguhnya. Keuntungan offset dish adalah bentuk fisik yang lebih kecil dan penerimaan sinyal Ku relatif tidak terganggu pada saat hujan dibandingkan prime focus yang terkadang harus kehilangan sinyal pada waktu hujan lebat. Kekurangannya adalah gain yang dihasilkan relatif lebih kecil dari pada parabola dengan diameter sesungguhnya – prime focus. Offset dish digunakan pada wilayah cakupan sinyal yang kuat. Untuk tingkat keberhasilan yang relatif besar disarankan menggunakan prime focus antena dan lnbf. Di tanah air beredar beberapa merk solid dish seperti Venus, Starcom, Matrix dan Technosat.
LNBF
LNBF Ku band memiliki harga yang relatif lebih mahal (200-400 RB) dibandingkan LNBF C band. Bentuk fisik lebih kecil dan cara penempatan pada titik fokus yang berbeda. Umumnya LNBF C band memiliki tanda (berupa garis dengan angka 0 di tengah dan 30 di kiri dan kanannya) dimana garis dengan angka 0 harus diletakkan pas ke arah Timur atau Barat dan kemudian dikoreksi (putar ke kiri-kanan) sampai mendapatkan gambar/sinyal terbaik. Hal ini dapat dijelaskan dengan terdapatnya 2 antena kecil di dalam wave guide (corong lnb) dimana masing-masing berfungsi sebagai antena berpolarisari vertikal dan horisontal. Berbeda dengan C band, Ku band LNBF memiliki hanya 1 antena yang letaknya sejajar dengan arah F konektor (terletak di dalam wave guidenya).

Gambar Offset Ku band LNBF
Ku band LNBF dibedakan 2 macam yaitu tipe Offset dan prime focus LNBF. Kedua tipe ini dipilih sesuai dengan jenis antena yang digunakan di atas. Offset LNBF umumnya memiliki rasio f/D = 0,5 ke atas sedangkan prime focus LNBF memiliki f/D = 0,3 – 0,4. Sangat dianjurkan untuk menggunakan tipe LNBF yang sesuai dengan antena yang digunakan. Untuk menggunakan Offset LNBF pada prime focus antena boleh-boleh saja, terutama apabila sinyal Ku cukup besar beaming ke daerah anda. Tetapi sesungguhnya akan terdapat pengurangan gain yang cukup berarti karena faktor f/D yang berbeda antara LNBF dan dish. Apabila ingin hasil yang memuaskan: gunakanlah prime focus LNBF pada prime focus antena.

INSTALASI
1. Menghitung Titik Fokus
Menurut rumus kurva parabola titik fokus f (cm) adalah diameter (D) pangkat 2 dibagi dengan 16 x depth (d).
f = D2/16.d
Jadi bila menggunakan antena 6 feet (180 cm) dengan depth 30 cm, maka titik fokus f (tempat menempatkan lnbf) adalah 67,5 cm dari dasar piringan antena.
Rasio fokus/Diameternya (f/D) = 67,5 cm/ 180 cm = 0,36.
Angka f/D inilah yang kita gunakan untuk mengatur naik turunnya adjustable scalar ring pada LNBF C band. Untuk menempatkan LNBF di titik fokus diperlukan bracket yang tersedia di pasaran. Dengan bracket ini anda dapat memasang LNBF di antena tipe tripod atau singlepod. Cara menginstallnya kurang lebih sama dengan LNBF C band. Tetapi pada Ku band LNBF, arahkan garis dengan angka O pada arah UTARA atau SELATAN. Bila tidak ada garis 0 sebagai gantinya arahkan KONEKTOR sesuai dengan arah Utara atau Selatan. Kemudian atur ketinggian LNBF supaya ring terletak 67,5 cm dari dasar antena- sesuai dengan jarak titik fokus hasil perhitungan.


Gambar prime focus Ku band lnbf dan bracket
Ada yang mungkin bertanya apakah dapat memasang LNBF Ku band di samping LNBF C band yang sudah terpasang? Karena saya belum pernah mencobanya, silahkan teman lain memberikan masukan apabila pernah mencobanya.
2. Setting Local Oscilator Frequency (LOF)
Untuk universal LNBF set LOFnya 9750/10600 dan 22 Khz Auto atau LOF1 9750 dan LOF2 10600. Umumnya receiver jenis baru telah memberikan pilihan setting otomatis ketika kita memilih LO tersebut, tinggal memilih jenis LNBF universal dengan LOF 9750/10600 dsnya. Apabila menggunakan LNBF tipe lama, set LOF=9750 dengan switch 22 Khz OFF untuk low band 10,7-11,7 Ghz dan LOF=10600 dengan switch 22 Khz ON untuk high band 11,7-12,75 Ghz. Cara setting ini dapat berbeda tergantung dari receiver yang digunakan.
3. Tips Mencari sinyal
Cara termudah, gunakanlah sinyal C band untuk mencari arah kurva (Timur-Barat) satelit terlebih dulu. Untuk mencari sinyal, tune antena pada salah satu frequensi/sinyal C band analog atau digital. Setelah didapatkan sinyal quality dan sinyal strength terbaik, ganti LNBF dengan Ku band dan scan di freq yang anda inginkan. Bila sinyal strength besar tetapi sinyal qualitynya 0 atau kecil, koreksi Deklinasi (Arah Utara – Selatan) dengan mur setelan di antena. Perhatikan bahwa 1 – 2 kali putaran baut Deklinasi tersebut dapat memiliki perbedaan yang sangat besar: Sinyal quality dari 0 – 100 %. Dari percobaan-percobaan yang telah saya lakukan, tipe mounting seperti pada gambar memberikan hasil yang paling akurat dan waktu penyetelan yang cepat.

Gambar mur setelan Deklinasi
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah frequency, symbol rate, dll. pada satu LNBF/Receiver dengan lnbf/receiver lainnya tidak mutlak sama. Hal ini besar pengaruhnya pada Ku band, tidak seperti halnya C band. Misalnya Siaran A pada Freq. 12.000 Mhz Hor SR:10.000 k/s pada receiver X belum tentu sama dengan receiver Y, Z dsbnya. Pada receiver Y mungkin sinyal quality baru stabil/lock pada 12.002 Mhz dengan SR: 10.001 k/s dan di receiver Z pada 12.004 Mhz SR: 10.003 k/s, dstnya. Ini menjelaskan kenapa terkadang sulit untuk mencari sinyal Ku band berdasarkan informasi dari Web site atau teman, yang pada C band tidak pernah/jarang ditemukan. Anda harus berimprovisasi – play with your remote! Setelah melakukan semua langkah diatas tetapi anda masih belum mendapatkan sinyal yang dicari? Satu hal yang paling mungkin adalah karena anda telah menggunakan tiang / post yang memiliki diameter yang lebih kecil dari diameter mounting antena. Sehingga usaha berjamjam untuk mencari sinyal menjadi sia-sia karena antena memilih gerak (meskipun sedikit, tetapi tidak bisa ditolerir untuk Ku band) bebas ke dua sumbu. Pemecahannya adalah perbaiki diameter tiang dengan diameter yang pas dengan mounting antena sehingga tidak memiliki gerakan lagi. Bisa dengan mengganti dengan tiang baru atau menambahkan pipa berdiameter lebih besar sepanjang pipa mounting (plus 10-20 cm). Diameter luar pipa/tiang yang sering ditemukan adalah 7,5 cm sedangkan pada beberapa produk antena, diameter bagian dalam mounting adalah 8-8,5 cm.
SUMBER : http://c.1asphost.com/mainsource/Indonesia.asp
Mesh atau Solid?
Sebuah solid dish yang memiliki bentuk parabola sempurna akan memantulkan sinyal yang sama banyaknya dengan mesh dish yang memiliki 1,25 x diameternya. Jadi secara teori: 6 feet perfect solid dish = 1,25 x 6 = 7,5 feet perfect mesh dish. Untuk memilih solid atau mesh dish, adalah hal yang lebih penting apabila dish tersebut memiliki bentuk parabola yang sempurna sehingga gain yang dihasilkan maksimum. Lalu bagaimana kalau yang tersedia hanya mesh dish saja? OK, asal dish tersebut memiliki persyaratan sbb:
Mesh memiliki lubang tidak lebih besar dari 1/4” (0,4 – 0,5 cm) atau sinyal 10-12 ghz akan ‘lewat’ dan tidak terpantulkan.
Mekanisme mounting antena harus cukup presisi sehingga tidak mempunyai gerak (spelling) di setiap arah sumbunya, misalnya ketika antena ditiup angin dan mempunyai smooth tracking sepanjang kurva satelit, dsbnya.
Actuator juga memiliki ‘ketelitian’ Ku band – tidak memiliki gerak lebih dari 1/16” ketika ditekan/diputar.
Sinyal Beam
Masalah klasik kalau ada yang bertanya “apakah saya bisa menerima siaran Ku ini dan itu?” Untuk jelasnya sebelum mengeluarkan biaya yang relatif mahal, ada baiknya melihat foot print sinyal Ku satelit yang anda inginkan untuk mengetahui apakah sinyal Ku band tersebut melingkupi daerah anda. Juga dapat bertanya dengan rekan-rekan yang sudah pernah mencoba atau berhasil.
Di bawah ini saya ambil contoh foot print satelit NSS6 95°E yang memancarkan sinyal Ku untuk spot North East Asia. Pada gambar jelas terlihat satelit tersebut tidak memancarkan sinyal untuk daerah Indonesia, tetapi untuk Philipina dengan beam pancaran terbesar 53 dbW, Jepang, Korea, dan sebagian China serta Rusia. Bila diteliti, beam sinyal terkecil adalah 42 dbW dapat diterima di sebagian kalimantan dan nyaris pulau Sumatra. Berdasarkan Tabel Perbandingan besarnya pancaran dan ukuran dish yang diperlukan, dapat kita ketahui secara teori bahwa besar minimal diameter dish yang dibutuhkan untuk dapat menerima sinyal tersebut adalah 110 cm. Selanjutnya tinggal keberuntungan anda, apakah anda tinggal di daerah yang masih di dalam cakupan sinyal Ku tersebut – walaupun hanya spill-over signal? Apakah peralatan dan setting antena anda cukup akurat, dsbnya. Bagi yang senang bereksperimen merupakan tantangan yang mengasyikkan untuk mencoba menerima sinyal ‘tumpahan’ tersebut dengan antena berukuran besar – 8 feet ke atas.
Satelit Ku NSS-6 95°E North Asia Spot
Tabel untuk Ku LNBF dengan Noise Figure (NF) = 0.6 – 0.7 dB
Perbandingan besarnya kuat pancaran dan ukuran dish yang diperlukan.
Jenis Antena
Terdapat 2 jenis dish antena yang umum digunakan pada Ku band, yaitu Offset dan Prime focus dish. Prime focus dish adalah jenis dish antena yang biasa digunakan pada C band dimana LNBF terletak tepat di titik fokus dish. Offset dish adalah parabola dish yang dipancung sehingga memiliki luas permukaan yang lebih kecil dari dish parabola sesungguhnya. Keuntungan offset dish adalah bentuk fisik yang lebih kecil dan penerimaan sinyal Ku relatif tidak terganggu pada saat hujan dibandingkan prime focus yang terkadang harus kehilangan sinyal pada waktu hujan lebat. Kekurangannya adalah gain yang dihasilkan relatif lebih kecil dari pada parabola dengan diameter sesungguhnya – prime focus. Offset dish digunakan pada wilayah cakupan sinyal yang kuat. Untuk tingkat keberhasilan yang relatif besar disarankan menggunakan prime focus antena dan lnbf. Di tanah air beredar beberapa merk solid dish seperti Venus, Starcom, Matrix dan Technosat.
LNBF
LNBF Ku band memiliki harga yang relatif lebih mahal (200-400 RB) dibandingkan LNBF C band. Bentuk fisik lebih kecil dan cara penempatan pada titik fokus yang berbeda. Umumnya LNBF C band memiliki tanda (berupa garis dengan angka 0 di tengah dan 30 di kiri dan kanannya) dimana garis dengan angka 0 harus diletakkan pas ke arah Timur atau Barat dan kemudian dikoreksi (putar ke kiri-kanan) sampai mendapatkan gambar/sinyal terbaik. Hal ini dapat dijelaskan dengan terdapatnya 2 antena kecil di dalam wave guide (corong lnb) dimana masing-masing berfungsi sebagai antena berpolarisari vertikal dan horisontal. Berbeda dengan C band, Ku band LNBF memiliki hanya 1 antena yang letaknya sejajar dengan arah F konektor (terletak di dalam wave guidenya).
Gambar Offset Ku band LNBF
Ku band LNBF dibedakan 2 macam yaitu tipe Offset dan prime focus LNBF. Kedua tipe ini dipilih sesuai dengan jenis antena yang digunakan di atas. Offset LNBF umumnya memiliki rasio f/D = 0,5 ke atas sedangkan prime focus LNBF memiliki f/D = 0,3 – 0,4. Sangat dianjurkan untuk menggunakan tipe LNBF yang sesuai dengan antena yang digunakan. Untuk menggunakan Offset LNBF pada prime focus antena boleh-boleh saja, terutama apabila sinyal Ku cukup besar beaming ke daerah anda. Tetapi sesungguhnya akan terdapat pengurangan gain yang cukup berarti karena faktor f/D yang berbeda antara LNBF dan dish. Apabila ingin hasil yang memuaskan: gunakanlah prime focus LNBF pada prime focus antena.
INSTALASI
1. Menghitung Titik Fokus
Menurut rumus kurva parabola titik fokus f (cm) adalah diameter (D) pangkat 2 dibagi dengan 16 x depth (d).
f = D2/16.d
Jadi bila menggunakan antena 6 feet (180 cm) dengan depth 30 cm, maka titik fokus f (tempat menempatkan lnbf) adalah 67,5 cm dari dasar piringan antena.
Rasio fokus/Diameternya (f/D) = 67,5 cm/ 180 cm = 0,36.
Angka f/D inilah yang kita gunakan untuk mengatur naik turunnya adjustable scalar ring pada LNBF C band. Untuk menempatkan LNBF di titik fokus diperlukan bracket yang tersedia di pasaran. Dengan bracket ini anda dapat memasang LNBF di antena tipe tripod atau singlepod. Cara menginstallnya kurang lebih sama dengan LNBF C band. Tetapi pada Ku band LNBF, arahkan garis dengan angka O pada arah UTARA atau SELATAN. Bila tidak ada garis 0 sebagai gantinya arahkan KONEKTOR sesuai dengan arah Utara atau Selatan. Kemudian atur ketinggian LNBF supaya ring terletak 67,5 cm dari dasar antena- sesuai dengan jarak titik fokus hasil perhitungan.
Gambar prime focus Ku band lnbf dan bracket
Ada yang mungkin bertanya apakah dapat memasang LNBF Ku band di samping LNBF C band yang sudah terpasang? Karena saya belum pernah mencobanya, silahkan teman lain memberikan masukan apabila pernah mencobanya.
2. Setting Local Oscilator Frequency (LOF)
Untuk universal LNBF set LOFnya 9750/10600 dan 22 Khz Auto atau LOF1 9750 dan LOF2 10600. Umumnya receiver jenis baru telah memberikan pilihan setting otomatis ketika kita memilih LO tersebut, tinggal memilih jenis LNBF universal dengan LOF 9750/10600 dsnya. Apabila menggunakan LNBF tipe lama, set LOF=9750 dengan switch 22 Khz OFF untuk low band 10,7-11,7 Ghz dan LOF=10600 dengan switch 22 Khz ON untuk high band 11,7-12,75 Ghz. Cara setting ini dapat berbeda tergantung dari receiver yang digunakan.
3. Tips Mencari sinyal
Cara termudah, gunakanlah sinyal C band untuk mencari arah kurva (Timur-Barat) satelit terlebih dulu. Untuk mencari sinyal, tune antena pada salah satu frequensi/sinyal C band analog atau digital. Setelah didapatkan sinyal quality dan sinyal strength terbaik, ganti LNBF dengan Ku band dan scan di freq yang anda inginkan. Bila sinyal strength besar tetapi sinyal qualitynya 0 atau kecil, koreksi Deklinasi (Arah Utara – Selatan) dengan mur setelan di antena. Perhatikan bahwa 1 – 2 kali putaran baut Deklinasi tersebut dapat memiliki perbedaan yang sangat besar: Sinyal quality dari 0 – 100 %. Dari percobaan-percobaan yang telah saya lakukan, tipe mounting seperti pada gambar memberikan hasil yang paling akurat dan waktu penyetelan yang cepat.
Gambar mur setelan Deklinasi
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah frequency, symbol rate, dll. pada satu LNBF/Receiver dengan lnbf/receiver lainnya tidak mutlak sama. Hal ini besar pengaruhnya pada Ku band, tidak seperti halnya C band. Misalnya Siaran A pada Freq. 12.000 Mhz Hor SR:10.000 k/s pada receiver X belum tentu sama dengan receiver Y, Z dsbnya. Pada receiver Y mungkin sinyal quality baru stabil/lock pada 12.002 Mhz dengan SR: 10.001 k/s dan di receiver Z pada 12.004 Mhz SR: 10.003 k/s, dstnya. Ini menjelaskan kenapa terkadang sulit untuk mencari sinyal Ku band berdasarkan informasi dari Web site atau teman, yang pada C band tidak pernah/jarang ditemukan. Anda harus berimprovisasi – play with your remote! Setelah melakukan semua langkah diatas tetapi anda masih belum mendapatkan sinyal yang dicari? Satu hal yang paling mungkin adalah karena anda telah menggunakan tiang / post yang memiliki diameter yang lebih kecil dari diameter mounting antena. Sehingga usaha berjamjam untuk mencari sinyal menjadi sia-sia karena antena memilih gerak (meskipun sedikit, tetapi tidak bisa ditolerir untuk Ku band) bebas ke dua sumbu. Pemecahannya adalah perbaiki diameter tiang dengan diameter yang pas dengan mounting antena sehingga tidak memiliki gerakan lagi. Bisa dengan mengganti dengan tiang baru atau menambahkan pipa berdiameter lebih besar sepanjang pipa mounting (plus 10-20 cm). Diameter luar pipa/tiang yang sering ditemukan adalah 7,5 cm sedangkan pada beberapa produk antena, diameter bagian dalam mounting adalah 8-8,5 cm.
SUMBER : http://c.1asphost.com/mainsource/Indonesia.asp
Sabtu, 11 Agustus 2012
Pengumuman Ujian Ulang Hasil PLPG Rayon 126 Unhalu
Sehubungan dengan telah dikeluarkannya
SK Dekan FKIP Unhalu selaku Sekretaris Rayon 126 No. 1645/UN29.1/LL/2012
tanggal 10 Agustus 2012 tentang Penyampaian nama-nama Peserta Ujian
Ulang I PLPG Kuota Tahun 2012,
dengan ini kami panggil guru-guru yang berstatus MENGULANG pada
pengumuman
tersebut untuk dapat hadir mengikuti Ujian Ulang I PLPG yang diadakan
pada:
Hari
: Minggu
Tanggal : 26 Agustus 2012
Pukul : 07.00
s.d. 11.30 WITA
Tempat : Gedung FKIP Unhalu,
Kendari
Syarat dan Ketentuan:
- Peserta diharapkan hadir 15
menit sebelum pelaksanaan ujian ulang dimulai.
- Untuk Ujian Ulang Teori
Nasional/SUTN (Obyektif) diwajibkan membawa pensil 2B.
Adapun nama-nama peserta yang dinayatakan mengulang dapat diunduh di link berikut:
Pengumuman PLPG rahon 126 Khusus Fisika Gelombang I
| NAMA | KETERANGAN |
| SUMARTONO | Lulus |
| MUHAMMAD SAWAL | Lulus |
| MURNIATI ISU | Lulus |
| RATLIN | Lulus |
| HARICE | Lulus |
| SAPRI | Lulus |
| ARIANTO ATJO | Lulus |
| MULYA NINGSYI | Mengulang UTL |
| MAULID | Mengulang UTL |
| SUMIATI | Mengulang UTL |
| SITTI HASLINA | Mengulang UTL |
| DUDIN | Mengulang UTL |
| ASIRUDIN | Mengulang UTL |
| YUDI WABULA | Mengulang UTL |
| NYOMAN ARIANA | Mengulang UTL |
| LUSMAN | Mengulang UTL |
| WA ODE SURIAMI | Mengulang UTL |
| MELDAWATI | Mengulang UTL |
| JAFRI ALIPIANTO | Mengulang UTL |
| RUSMAWAN | Mengulang UTL |
| RAHMAWATI | Mengulang UTL |
| AMNA | Mengulang UTL |
| SITI MARWAH RAKIB | Mengulang UTN |
| SHARMAN | Mengulang UTN dan UTL |
| MURDIL | Mengulang UTN dan UTL |
| RITA | Mengulang UTN dan UTL |
| LA DIAMA | Mengulang UTN dan UTL |
| LA ODE SUAYIB | Mengulang UTN dan UTL |
Jumat, 27 Juli 2012
Akhlak Mulia Ciri Mukmin Sejati
Maret 19, 2009 · Disimpan dalam Tausiyah Pengasuh
“Sesungguhnya
Allah adalah Dzat Yang Mahaindah dan mencintai keindahan. Dia mencintai
akhlak yang tinggi dan membenci akhlak yang rendah.” (HR Ath-Thabrani dan Ibnu Asakir)
Dengan
kemuliaan akhlak seorang mukmin mampu mencapai derajat yang tinggi Ia
akan mendapat derajat sama dengan derajat para mujahid fi sabilillah,
para ahli ibadah, orang-orang yang senantiasa berpuasa, orang-orang yang
shalat di malam hari dan orang-orang yang beristighfar di sore hari.
Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya seorang muslim musaddid
(ibadahnya sedang-sedang saja) akan mampu mencapai derajat orang-orang
ahli puasa yang mendirikan ayat-ayat Allah, disebabkan oleh keindahan
akhlaknya dan kemuliaan prilakunya.”(HR Ahmad dan Ath-Thabrani)
Nabi
saw juga menjelaskan bahwasanya orang mukmin yang imannya paling
sempurna adalah orang yang paling mulia akhlaknya. Dan dengan kemulian
akhlak seorang mukmin dapat mencapai derajat orang-orang yang berpuasa
dan menunaikan zakat.
Orang-orang
yang berakhlak luhur, berwatak mulia dan berperilaku bersih adalah
manusia yang paling dicintai oleh Baginda Nabi dan akan mendapat tempat
terdekat dengan beliau kelak pada Hari Kiamat. Dalam sebuah hadits, beliau menyatakan bahwasanya orang yang paling
beliau cintai dan akan mendapat tempat terdekat dengan beliau pada Hari
Kiamat adalah yang paling mulia akhlaknya. Sedangkan orang yang paliang
beliau benci dan yang paling jauh tempatnya dengan beliau pada Hari
Kiamat kelak adalah orang yang buruk akhlaknya, yaitu Ats-Tsartsarun (orang-orang yang banyak bicara), Al-Mutasyadidiqun (orang-orang-orang yang suka memanjangkan pembicaraan) dan Al-Mutafayhiqun (orang-orang yang congkak.).
Akhlak
yang mulia juga akan menjadikan timbangan kebaikan seseorang bertambah
berat pada Hari Kiamat kelak. Hitungan amal baiknya akan meningkat
sedangkan timbangan amal buruknya akan berkurang. Rasulullah saw
bersabda, “Tiada sesuatu yang lebih bisa memberatkan timbangan
(kebaikan) orang mukmin pada hari kiamat, daripada akhlak yang baik.
Sesungguhnya Allah membenci orang yang berkata kotor dan hina.(HR
At-Tirmidzi)
Tahapan-tahapan
dan kejadian-kejadian pada Hari Kiamat juga akan mudah dilalui oleh
seorang yang berakhlak mulia. Dia akan mendapatkan tempat yang paling
mulia dan derajat yang tinggi. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwasanya
seorang hamba dengan kemuliaan akhlaknya akan mencapai derajat-derajat
di akhirat yang tinggi dan tempat tinggal yang mulia. Padahal di dunia
ibadahnya biasa-biasa saja. Sedangkan seseorang yang akhlaknya buruk
akan terjerumus ke derajat paling rendah di neraka jahanam.
Lantas bagaimana agar kita bisa berakhlak mulia?
Pertama,
membaca buku-buku dan mendengarkan ceramah-ceramah agama yang
menerangkan perihal akhlak Rasulullah, para sahabat, dan ulama-ulama
saleh.
Kedua, mengamalkan sedikit demi sedikit tentang akhlak mulia yang sudah kita pelajari.
Ketiga, berdoa kepada Allah supaya dikaruniai akhlak yang baik dan terhindar dari akhlak yang buruk.
Rasulullah
mengajarkan kepada kita doa untuk mendapatkan akhlak yang mulia.
Diriwayatkan bahwa beliau berdoa, “Ya Allah, tunjukkanlah kepadaku
keindahan akhlak yang tiada bisa menunjukkan keindahannya melainkan
Engkau semata. Dan palingkanlah dariku keburukan akhlak yang tiada bisa
memalingkan dari keburukannya, melainkan Engkau semata.(HR Muslim)
Dalam
hadits yang lain diriwayatkan bahwa Rasulullah saw meminta perindungan
dari keburukan akhlak, keburukan watak dan kerendahan adab. Beliau
berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari
kemungkaran akhlak, amal-amal perbuatan, hawa-hawa nafsu dan
penyakit-penyakit (hati).” (HR At-Tirmidzi dan Ath-Thabrani)
Dewasa
ini bangsa Indonesia dihadapkan dengan problem kemerosotan akhlak yang
sangat drastis. Bangsa Indonesia yang dahulu dikenal santun, ramah dan
bersahabat, akhir-akhir ini berubah menjadi bangsa yang kasar, bengis
dan arogan. Setiap hari kita saksikan media-media informasi menayangkan
berita kriminal. Ada anak yang tega membunuh orangtuanya sendiri, ayah
yang memperkosa anak gadisnya sendiri, bahkan seorang ibu tanpa perasaan
membuang bayinya sendiri ke tempat sampah.
Menjadi
tugas setiap orang mukmin untuk memperbaiki kebobrokan akhlak di negara
ini dengan menampilkan akhlak yang mulia. Sebab, akhlak mulia merupakan
ciri dari seorang mukmin sejati. Dengan menebarkan akhlak mulia, maka
perilaku masyarakat yang sudah kacau balau ini perlahan-lahan akan
berubah ke arah yang lebih baik.
H. Yasir Maqosid, Lc
Pengasuh Pondok Pesantren Syafi’i Akrom
Jenggot-Pekalongan Selatan-Jawa Tengah
(Dimuat di Surat Kabar Radar Pekalongan 6 Februari 2009)









